Anak Gimbal Dataran Tinggi Dieng, Titipan Kiai Kolodete Merupakan Salah Satu Wisata Dieng

Ruwatan anak berambut gimbal di Dataran Tinggi Dieng atau Dieng Plateau sampai saat ini masih menjadi salah satu tujuan wisata Dieng yang lestari. Tradisi yang diwariskan leluhur sejak abad ke-8 itu pun jadi penanda kalau salah satu tradisi di Dieng Plateau tak lekang oleh waktu walaupun gempuran jaman yang semakin modern tetapi tetap tidak mampu menembus benteng tebal warisan budaya leluhur ini.

Anak Rambut Gimbal DiengIlustrasi Anak Rambut Gimbal Dataran Tinggi Dieng

Agustus menjadi bulan yang ditunggu-tunggu banyak wisatawan. Meskipun suhu di Negeri di Atas Awan ini bisa mencapai titik beku atau nol derajat Celcius seperti di negara-negara Eropa tetapi tidak menyurutkan para wisatawan untuk menyaksikan upacara tradisi yang menjadi salah satu wisata Dieng yang menarik. Banyak wisatawan baik lokal ataupun mancanegara yang penasaran dengan acara ruwatan ini.

Sebagai pemanis ruwatan atau pencukuran rambut anak gimbal yang dipercaya sebagai titisan Kiai Kolodete, banyak kegiatan-kegiatan lain yang disajikan di Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah itu. Seperti adanya panggung musik, festival seni tradisional dan lampion. Hal itulah yang membuat para wisatawan ingin berlama-lama bahkan tidak sedikit yang membuat camp agar tidak tertinggal mengikuti perayaan acara ini sekaligus bisa menikmati obyek wisata di Gunung Prau untuk melihat sunrise dan sunset.

Dalam pelaksanaan acara ini akan dibuka oleh seorang juru kunci Dataran Tinggi Dieng yang sudah ditunjuk oleh masyarakat setempat.

Kemeriahan Ruwatan Potong Rambut GimbalIlustrasi Kemeriahan Ruwatan Potong Rambut Gimbal Dataran Tinggi Dieng

Tradisi ruwatan rambut gimbal ini diyakini ada sejak sepeninggalan Kiai Kolodete. Kiai Kolodete sendiri adalah seorang tokoh ulama yang dikenal sebagai pembuka kawasan Dieng. Menurut cerita warga setempat, sebelum dipanggil Sang Pencipta, Kiai Kolodete pernah bersumpah jika pada saatnya, anak dan cucu keturunannya akan berambut gimbal seperti dirinya dan tidak sembarangan anak yang dapat memiliki rambut gimbal. Hal itu sebagai pertanda Dieng menjadi bumi yang gemah ripah loh jinawi (memiliki kekayaan alam yang berlimpah).

Ruwatan Anak Rambut Gimbal Dataran Tinggi DiengIlustrasi Acara Potong Rambut Gimbal Anak Dieng Plateu

Selama ini, ruwatan biasa digelar sendiri-sendiri dan bebas dilakukan kapan saja. Untuk mengangkat tradisi ini agar banyak dikenal oleh masyarakat sekaligus memperkenalkan kawasan wisata Dieng yang terdiri dari telaga, kawah, bangunan candi, alam pegunungan dan goa, maka pemangku kebijakan daerah setempat menggelar acara ruwatan atau pencukuran massal ini. Tidak hanya sekedar memotong rambut gimbal tapi ini bagian dari nguri-nguri budaya sekaligus untuk mengangkat perekonomian masyarakat setempat.